Oriflame Bisnis untuk Pria?

Kebetulan banget tadi sore denger omongan suami dengan anaknya, cowo, tentang Oriflame, agak adu debat mereka, mempertahankan pendapat masing-masing.

Anaknya berargumen, ngapain juga dia harus ikutan oriflame, secara dia laki-laki, masih sekolah juga, kalau harus fokus di Oriflame jadi kegiatan yang sia-sia, bikin rugi dan dia pikir, mendingan sekolah belajar yang bener, lulus nanti kuliah, lalu kerja, lakukan hal yang udah pasti aja.

Sementara suamiku bilang, apanya yang jadi sia-sia, sekarang kamu nol, kalau kamu sudah mencoba lalu gagal, ya kamu nol juga, draw, nol=nol, lalu klo kamu mencoba trus berhasil, nol=satu, kamu ada kesempatan satu tahun lagi di SMA, belajar ya belajar, Oriflame ini kayak kamu baca komik aja, tunjukin ke temen-temen, dan saudara, kalau ada yang pesan, catet kodenya lalu order via website, ada selisih penjualan 23% buat kamu, biar bisa di tabung, buat kuliah nanti. Kamu mau dikuliahin tante mu di Malang, kebutuhan mahasiswa itu banyak, makan, bikin tugas ini, itu, belom ngumpul sama temen2 mu, butuh duit, lalu kalau kamu kehabisan jatah bulanan mu, kamu telpon bapak, minta transfer, bapak lagi bokek, kamu minta tante mu lagi ga ada duit juga, who knows, trus klo kayak gitu kamu mau ngapain? puasa? mati di kosan?

Oriflame itu bukan hanya tentang jualan, tapi juga belajar tentang hidup, tentang ngelobi orang, bagaimana caranya kamu menghadapi penolakan, bagaimana caranya kamu belajar membuat sesuatu menjadi goal, yang ga mungkin menjadi mungkin. Kamu pikir jadi pengacara itu cuma duduk-duduk manis, pengacara itu melobi orang, ya kawan ya lawan, hidup itu mesti berani ambil peluang.

Panjang kan?

Kebetulan, setelah baca kisah para pendahulu yang sudah sukses.. nemu real story ini..  sebenernya ini belom izin sih, tapi gapapa lah.. semoga termotivasi bagi para pria.

img1416024279042

Yang laki ini namanya Praja. Laki tulen loh.. Dia memang bukan rekrutan aku langsung tapi ketika dia dikenalin ke aku, aku bantu membimbingnya. Praja adalah seorang mahasiswa asal Medan yang melanjutkan kuliahnya di Bandung. Praja anak bungsu dan kedua orang tuanya sudah wafat.

Waktu itu Praja alergi sebenernya denger kata MLM. Jadi yang aku jelaskan kepada dia adalah bahwa boleh aja kok jualan Oriflame, kan dapet keuntungan langsung. Ehh gayung bersambut, ternyata dia jualan Oriflame dengan giat katanya lumayan untuk nambahin bayar kos-kosan. Beberapa hadiah kecil sudah dia dapatkan, sampai suatu ketika Praja aku undang ke sebuah acara Oriflame di Hotel Grand Serella.. Dan moment inilah yang akhirnya berhasil membuka mindsetnya bahwa Oriflame bukan MLM biasa.

Sejak pulang dari acara itu Praja merapat terus ke aku. Minta ajarin gimana caranya dapet 5 juta perbulan, dapet liburan gratis, dapet mobil gratis. Pelan2 proses pun dimulai. Dari yang benci terhadap MLM, skarang malah tekun banget belajar.

Aku dampingi dia untuk merekrut. Aku ajari dia bersahabat dengan penolakan. Aku motivasi dan yakinkan kalau dia pasti bisa mewujudkan impian besarnya yaitu beli Mobil Jazz terbaru warna biru. Yaaa aku memang hafal dengan impian donlen2ku. Supaya mereka tau untuk apa mereka bekerja dan untuk siapa kerja kerasnya ini.

Prosesnya bukan hal yang mudah tetapi layak untuk diperjuangkan. Coba deh lumayan banget gaa seorang anak muda laki2 baru lulus kuliah punya penghasilan 10jutaan/bulan plus 2 Cash Award yang udah meluncur manis ke rekeningnya 7juta + 14juta. Trusss Praja juga dapet 1 tiket umroh gratis karena berhasil memenangkan challenge Oriflame. Dan diberikan untuk kakaknya yang katanya tadinya ga setuju dengan Praja ikut Oriflame. Luar biasa yaaa ternyata bukan hanya Praja yang menikmati hasil jerih payahnya tetapi keluarga terdekat pun mulai merasakan hasilnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s