Perlunya disiplin untuk batita

Kadang suka pusing kepala kalau lihat ego malaikat kecil ku. Keras kepala nya itu lho ga tahan. Kalau mau minta sesuatu, dan ditolak orangtua nya, langsung deh meraung-raung kayak sirine ambulan😦 . Untungnya sekarang dah banyak artikel yang membahas kejadian seperti ini. Salah satunya di kutip dari ParentsGuide edisi Juli 2010

Penanaman disiplin untuk batita tentu saja berbeda dengan anak usia sekolah. Orang tua harus kreatif dalam menemukan formula penanaman disiplin yang tepat untuk mereka, juga memahami karakteristik mereka yang impulsif, egosentris, keras kepala, dan memori nya yang belum bekerja secara optimal. Ann Douglas memberikan solusi terbaik yang bisa di gunakan khususnya untuk batita.

  • Hindari masalah dengan tidak memunculkan penyebabnya. Metode pling mudah dalam menerapkan disiplin adalah tidak menerapkan disiplin sama sekali, yang berarti melakukan tindakan pencegahan munculnya penyebab masalah. Misal, menyingkirkan objek yang tidak boleh disentuh anak.
  • Cari alternatif kreatif untuk mengatakan “jangan”. Karena si kecil akan semakin penasaran jika dilarang. Misal, jika anak ingin melempar makanan, meskipun anda ingin bilang “jangan lempar makanan!” hendaklah cari alternatif seperti “makanan kan untuk di makan sayang..”
  • Berikan penggantinya. Misal, jika anak ingin mencorat-coret pintu kulkas, beri dia izin untuk melakukan hal yang sama, asalkan anda telah menaruh kertas di depan pintu kulkas tersebut.
  • Mengalihkan perhatian. Misal, jika anak ingin mengobok-obok akuarium, segera berikan dia mainan agar ia melupakan niat nya.
  • Beri kesempatan untuk memberikan pilihan. Jika anak tidak mau menggosok gigi di malam hari, hendaknya beri pilihan, “adik mau sikat giginya setelah atau sesudah ibu membacakan buku cerita?” hendaknya memberikan anak 2 pilihan agar tidak membuatnya bingung.
  • Beri si kecil kesempatan emas dari konsekuensi alami atas tindakannya.
  • Abaikan jika tidak mengancam keselamatannya
  • Berikan pujian
  • disiplinkan anak secara verbal, sesuai dengan usianya. Jangan gunakan pendisiplinan secara fisik, gunakan dengan kata-kata yang tepat, lembut, dan tidak menyakiti perasaaan si anak.

Teknik disiplin yang sangat tidak disarankan : Memukul pantat, mengancam akan menelantarkan, menakut-nakuti, menyogok, ga konsisten. (PG:Juli2010)

Nah, dari sini setidak nya aku jadi tau harus berbuat apa klo anakku “mengamuk”. Bukan ngomel2 ga jelas yang malah bikin dia makin nangis kejer. Be a happy mom🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s