Toilet training

Apa sih pentingnya toilet training untuk balita??? Penting Banged Mom.. Meskipun sekarang sudah ada yang namanya diapers. Tapi toh diapers sendiri tidak terlalu baik untuk kesehatan. Why? karena diapers yang sudah terkena air seni ataupun pup mengandung bakteri yang tidak bermanfaat bagi tubuh.. khususnya untuk anak perempuan, yang lebih besar kemungkinannya untuk dimasuki bakteri tersebut. Anak laki-laki toh juga tidak terlalu baik, karena bisa menghambat pertumbuhan penis dan testis si anak.

Kadang ada beberapa orang tua yang tidak mau diribetkan dengan persoalan toilet training ini. Di pikiran mereka mungkin, ah.. sudah pake diapers ini, padahal si anak sudah siap untuk belajar ke toilet sendiri. Atau ada juga yang sadar bahwa pemakaian diapers itu tidak baik, tapi demi alasan kebersihan jadi tetap digunakan.

Sebenarnya kebiasaan mengompol pada anak usia kurang dari 2 tahun merupakan hal yang wajar. Bahkan adapula beberapa anak yang masih mengompol pada usia 4-5 tahun. meskipun begitu, ini tidak boleh dijadikan alasan untuk menunda mengajarkan si kecil belajar bagaimana cara yang benar untuk buang air kecil dan buang air besar di tempat yang tepat. Hal ini penting saat anak akan masuk ke bangku sekolah. Karena pada masa sekolah ini si kecil dituntut untuk tidak membuang hajatnya sembarangan.

Yuk, mengenal konsep toilet training

Toilet training merupakan cara untuk melatih agar anak dapat mengontrol hajatnya’ baik itu buang air kecil ataupun besar. Juga melatih mereka agar membuang hajatnya di tempat yang tepat. Tidak hanya sampai disitu mom.. hal lain yang juga menentukan keberhasilan program ini adalah bagaimana mengajarkan anak dapat membersihkan kotorannya sendiri dan memakai celananya sendiri. Konsep ini baik dalam melatih anak terampil dalam mengkoordinasikan gerakan motoriknya, juga melatih anak untuk percaya pada kemampuan dirinya sekaligus menumbuhkan kemandiriannya.

Kapan usia yang tepat?

Si kecil dapat memulai latihan ini sejak usia 1 tahun. Bila anak diajarkan ketika usia lebih dari 3 tahun, dikhawatirkan agak susah mengubah pola yang sudah menjadi perilaku.

Kapan si kecil siap?

Cermati tanda-tandanya ya mom..

  1. Tidak mengompol beberapa jam sehari, minimal 3 sampai 4 jam
  2. Berhasil bangun tidur tanpa mengompol sedikit pun
  3. Bilang ketika ia merasakan ingin buang air besar atau kecil.. seperti pipis atau pup
  4. Sudah mampu memberitahu bila celana atau diapersnya sudah kotor atau basah
  5. Bisa memegang alat kelamin atau mengajak ke toilet sebagai alarm bahwa keinginan BAB atau BAK sedang memanggil
  6. Bisa melepas dan memakai celana sendiri
  7. memperlihatkan ekspresi fisik, misal wajah sedang meringis, atau memerah
  8. Tertarik dengan kebiasaan masuk ke dalam toilet
  9. minta untuk diajari kedalam toilet

Tahapan-tahapan:

  1. Biasakan untuk menggunakan toilet untuk buang air
  2. Latih sikecil untuk duduk/jongkok di toilet
  3. Lakukan secara rutin pada si kecil ketika ia terlihat ingin buang air
  4. Pujilah bia ia berhasil..

So mom.. yuk latih kemandirian sikecil sejak dini.. :-)

One thought on “Toilet training

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s